Di tengah hiruk pikuk berita seputar suasana mudik, saya teringat potongan jingle sebuah iklan jadul:
Antimo obat anti mabuk..
mabuk darat laut dan udara…
bla.. bla.. blaaa (soalnya lupaaa…)
![]()
Apakah saya pengguna aktif zat penina-bobok di tengah perjalanan itu? Jawabannya: bukan! Malah sebaliknya, saya tak pernah harus menelannya saat bepergian.
Di keluarga saya, tak ada istilah kendaraan (roda 4) pribadi. Saat bepergian barengan, kendaraan umum lah yang selalu menjadi pilihan. Makanya sedari kecil saya dan saudara2 saya biasa naik beragam angkutan umum. Dari becak sampai bajaj. Dari rakit dan sampan hingga ferry. Dari delman sampai kereta api. Dari colt kapasitas 25 orang (lha.. karena memang dimuati lebih dari kapasitas seharusnya) sampai bus dalam dan antar kota. Dari kendaraan yang panas dan rame baunya sampai kendaraan yang harum & dingin berkat semburan AC-nya.
Di setiap jenis kendaraan itu (untungnya) mabuk perjalanan tak pernah saya alami. Mau posisi duduk atau berdiri.. mau badan kejepit di depan, di tengah, atau di belakang… bahkan bila terpaksa harus hadap kiri, kanan, atau belakang… mau lewat jalan halus mulus atau gronjalan dan penuh tikungan.. mau duduk deket mereka yang wangi atau simbok yang mangku keranjang sayur jualannya, tak sekali pun hal2 itu bikin pening kepala saya atau membuat perut menumpahkan isinya. Bagi sobat yang biasa naik angkot.. pasti paham deh deskripsi saya ini.. he.he.
Adakah kiatnya?
Kalau saya ingat2 lagi pengalaman masa kecil.. mungkin ada satu sebabnya. Sedari kecil ternyata saya suka menikmati setiap perjalanan. Jaman masih sering naik delman, saya selalu lihat pemandangan kiri-kanan, sepeda atau lalu lalang orang. Menunggu2 juga kapan pak kusir menginjak klakson (bel) nyaringnya.. ting kleng..ting.. kleng.
Di atas bus umum lain lagi. Saya suka berdiri di ujung bangku daripada duduk di pangkuan ortu. Melihat keluar jendela dan selalu bertanya, sudah sampai mana kalau lihat papan nama. Ikutan pula teriak2 menirukan kondektur, menyebut titik2 perhentian. Atau sibuk ngumpulin karcis bus dan mengeja deretan nama kota yang tertera.
Naik colt umum atau angkot.. sama saja. Pemandangan di luar selalu menarik perhatian saya. Ngelap kaca jendela yang buram kalo hujan. Kalau tidak, ya memandangi wajah2 penumpang yang berjubelan.. Kali aja ada yang mencurigakan.. siapa tahu cakep2 tapi tangan jelalatan..huha.ha.
Lain kesempatan, ketika harus melewati banyak tikungan.. mulut saya tak pernah berhenti bilang… belok kanan… belok kiri… belok kanan .. belok kiri.. sampai jalan terlihat lurus kembali. Sementara penumpang pengidap akut mabuk perjalanan umumnya KO pada rute semacam ini.. he.he.
Naik kereta api.. hamparan sawah dan ladang atau hutan giliran jadi perhatian. Nunggu2 kesempatan dan lagi2.. selalu bertanya, kapan kereta masuk terowongan. Terus, yang bikin geleng kepala ortu saya: Maunya selalu dibelikan sesuatu kalau ada pedagang asongan yang rajin berseliweran…
Intinya ya itu.. menikmati perjalanan, sampai tak terasa tahu2 sudah tiba di tujuan.. tanpa sedikit pun mabuk perjalanan. Pengalaman masa kecil itu mungkin yang membuat saya jadi “tahan” naik beragam angkutan umum sampai sekarang, apa pun kondisinya.
Nah.. saran saya bagi sobat yang sering mabuk perjalanan dalam kendaraan umum: nikmati saja perjalanan kalian.. buang jauh2 kekuatiran atau bayangan pengalaman mabuk sebelumnya. Mikir & kuatir pengalaman itu akan terulang biasanya malah bikin mabuk beneran. Usahakan agar kondisi badan fit sebelum bepergian. Sibukkan diri dengan apa saja yang kalian suka sepanjang perjalanan, juga kalau harus tidur2 ayam.. biasanya itu akan menambah rasa nyaman. Jangan lupa.. simpan dompet & barang berharga di tempat yang aman.. ![]()
Buat kalian, terutama yang sedang bersiap2 untuk mudik lebaran dengan angkutan umum, semoga perjalanan kalian tetap menyenangkan meski mungkin harus berjubelan. Selamat sampai tujuan dan bertemu handai taulan..




aku sih mending tidur pak, lah apa yg mo dilihat wong setiap perjalanan mesti malam hari tuch
By: aprikot on October 8, 2007
at 4:28 am
Halo Wid, lama nggak nyapa
?
Piye kabare? Apakah aroma kopi italy masih menggoda seperti yang kamu bilang
By: mita on October 17, 2007
at 8:11 pm
waa.. iya, yang paling seru kalo naek delman.. dulu keluarga kami biasanya sewa delman 2 ato 3, rombongan deh berlebaran.. sambil tamasya berdelman..
By: raravebles on November 5, 2007
at 4:43 pm