Kacamata

{ ketika rasa & logika menjadi lensa, akankah cakrawala tampak berbeda? }

Romantis

Apa itu “romantis”?

Kebanyakan dari kita mungkin tak pernah mempertanyakannya. Mungkin juga kebanyakan dari kita akan lebih senang bila orang lain menyebut diri kita sosok yang romantis, tanpa harus mempertanyakannya.  “Kamu tuh.. romantis deh.. !!” Dari pengalaman, biasanya jarang yang protes kalau ada yang dikasih sebutan seperti itu.

Saya pun tak pernah bisa mengerti dan menjelaskan apa arti romantis. Yang bisa saya katakan paling.. “wow.. amazing.. speechless..” pada sikap atau suasana yang menghadirkan si “romantis” ini.. :)

Begitulah yang saya alami siang kemarin. Wow.. speechless.. amazing.. ketika tanpa sengaja saya masuk ke sebuah gereja. Basilica dei Santi Giovanni e Paolo namanya. Letaknya di bukit Celiano, tak jauh dari Colosseum. Benar-benar tak sengaja karena awalnya hanya mencari sebuah alamat yang tak jauh dari situ. Pendek kata, begitu kaki melangkah masuk, pandang mata segera menyimpulkan kesan suasana: romantis!! Tak heran bila sampai pertengahan tahun 2012 nanti, tempat itu sudah full-booked untuk sekian upacara pernikahan gerejani.

Sayang bila dilewatkan, senjata pun dikeluarkan.. jepret.. :D

Romantic Church

Duh.. bener deh.. kalau urusan soal hati atau romantis-romantisan seperti ini, orang Italia memang ga ada matinya. Kalau dipikir-pikir dan dirasakan romantisme memang pertama-tama bukan soal penjelasan. Bukan pula soal penalaran runtut nan pasti. Romantisme adalah soal imajinasi, soal adukan dan campuran emosi asli beserta ekspresinya, pengalaman tentang keindahan dan estetika. Sejarah Eropa pun pernah mencatat sebuah periode Romantisme sebagai sebuah “perlawanan” pada kemapanan Revolusi Industri. Sebuah alternatif warna yang mengatasi tatanan ide scientific-rasional dan klasik. Kelahirannya menegaskan kembali bahwa manusia punya multi dimensi. Ada budi.. tetapi ada pula hati.. Ada ruang untuk menata kategori.. sekaligus ada bidang untuk menarikan imajinasi dan emosi. Periode dan situasi jaman lah yang membuat warna yang satu dominan atas yang lain, saling menggantikan, atau erat bergandengan.

Selamat awal pekan teman-teman. Semoga rutinitas harian atau beban pekerjaan tak pernah mematikan imajinasi & kreatifitas kalian.. juga bila misalnya hanya untuk sekedar “ngusilin” teman.. Itu khan tandanya kita masih benar2 “human”. ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.