Kacamata

{ ketika rasa & logika menjadi lensa, akankah cakrawala tampak berbeda? }

Secret Love

Giovanni Allevi – Secret Love, Album: Alien (2010)

El Barça és més que un club

Ada satu hal yang menarik perhatian saya tentang El Barça, klub yang baru saja kembali meraih juara UEFA Champions League. Kostumnya!

Ya.. ada apa dengan kostumnya? Ini bukan soal warna. Bukan pula soal motif tegas garisnya. Tapi soal ketiadaan nama corporate sponsor utama yang terpampang di bagian depan kostum para pemainnya.

Dalam dunia sepakbola profesional modern peran sponsor amatlah besar. Boleh dibilang, sponsor adalah salah satu sumber pemasukan dana bagi sebuah klub. Logikanya, dengan dana besar sebuah klub tentu akan lebih leluasa mengelola geraknya. Membeli pemain. Memilih pelatih handal. Menggaji dan menyediakan fasilitas, etc.  Lazimnya dengan mudah kehadiran sponsor antara lain bisa dilihat dari kostum resmi sebuah klub. Ibarat etalase sebuah toko, kostum adalah salah satu tempat memajang pesan atau nama sponsor utama. Tentu saja, pemasangan nama sponsor semacam ini ada harganya. Pihak sponsor akan mengucurkan sekian jumlah dana atau menyuplai sesuatu kepada klub sebagai kompensasinya.

Banyak klub sepakbola memajang nama sponsor utama resmi mereka pada bagian depan kostum para pemainnya. Bagaimana dengan Barcelona? Nike adalah salah satu sponsor resminya. Tapi lihatlah, simbol Nike hanya tertera kecil saja di bagian atas kanan kostum. Di bagian tengah kostum justru tertera tulisan UNICEF (The United Nations Children’s Fund), sebuah badan nirlaba di bawah naungan PBB. Bandingkan dengan klub2 besar lain yang seringkali memajang nama2 corporate sponsor.

Apakah UNICEF mengucurkan dana untuk klub Barcelona sebagai sponsor? Ho.ho.. Inilah bedanya. Barcelona melakukan hal sebaliknya. Dengan memasang nama UNICEF di bagian depan kostumnya, Barcelona mengesampingkan salah satu peluang meraih dana sponsor. Alih-alih mendapatkan dana sponsor dari UNICEF, klub Barcelona justru menyumbang sejumlah dana kepada UNICEF. Padahal seandainya Barcelona memasang nama sebuah corporate sponsor, tak kurang dari 110 juta Euro selama 5 tahun siap masuk pundi2 mereka. Faktanya: Barcelona memilih “memberi” daripada “menerima” !!

Tak kurang  dari 1,5 juta Euro per tahun selama 5 tahun terakhir ini telah disumbangkan Barcelona kepada UNICEF. Dana itu ditujukan terutama untuk membantu proyek pemberantasan HIV dan AIDS di kalangan anak-anak di Afrika dan Amerika Latin. Selain itu, tak kurang dari 500.000 Euro tiap tahun juga dikucurkan klub guna mengenalkan program kerjasama dengan UNICEF ini. Tujuannya jelas: agar semakin banyak fans sepakbola di mana pun berada mereka sadar akan pentingnya memikirkan nasib dan masa depan anak-anak.

El Barça és més que un club. Ya.. Barcelona memang bukanlah sekedar sebuah klub. Inilah semboyan klub. Keputusan Barcelona menolak memasang nama corporate sponsor pada kostumnya menegaskan semangat semboyan itu. Sejak awal berdirinya pada tahun 1889, Barcelona memang tak pernah memajang nama sponsor di bagian depan kostum timnya. Nama UNICEF pun baru mulai dipasang sejak 2006 untuk kontrak selama 5 tahun. Dalam sambutan resminya, presiden Barcelona kala itu, Joan Laporta, mengatakan:

FC Barcelona is also “universal”. We are a Football-Soccer club (and soccer is the main sport at the global level). But we are not only a soccer club. Barça (which the nickname by which the word knows us) is “more than a club”. “More than a club” because we have always defended the values of civism, solidarity and democracy.

“More than a club” because we have our own essence and our own style. These are the same values, essence and style that Pau Casals had while playing his cello. And with these values, essence and style we also want to bring hope of a better life, hope of a better world.

We believe we have a very powerful tool: soccer. We know that if this tool is put to a good use, we can make a difference. And this is why we have decided to work with UNICEF, an institution that shares our values and our vision. We want Barça to contribute to global UNICEF programs for the benefit of children who suffer.

Next Tuesday, for the first time in our more than 107 years of history, our main soccer team will wear an emblem on the front of its shirt. It will not be the brand name of a corporation. It will not be a commercial to promote some kind of business. It will be the logo of “UNICEF”. Through UNICEF, we the people of FC Barcelona, the people of “Barça”, are very proud to donate our shirt to the children of the world.

Setiap pilihan memang bisa membuat sebuah perbedaan. Di tengah derasnya tendensi komersialisasi sepakbola (dan cabang2 olahraga lain pada umumnya) pilihan klub Barcelona menyodorkan nuansa lain. Profit hanyalah satu sisi dari komersialisasi sepakbola. Masih ada banyak sisi humanis lain yang bisa digali lewat olahraga populer ini. Barcelona menegaskan itu: sepakbola bisa menjadi sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik, bukan saja bagi klub tetapi bagi kemanusiaan pada umumnya. Dengan cara sederhana, menampilkan logo unicef di kostum para pemainnya, Barcelona mengingatkan kita semua bahwa anak2 yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat adalah salah satu jaminan bagi masa depan kemanusiaan yang lebih baik.